DISEMINASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING

Krembung, 6 Maret 2025, Dalam rangka optimalisasi komunitas belajar di SMP Negeri 1 Krembung mengadakan kegiatan “Diseminasi Akselerasi Transformasi Satuan Pendidikan serta Pengenalan Konsep Pembelajaran Mendalam Deep Learning menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Kegiatan ini dilaksanakan pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB yang dilaksanakan di Ruang Meeting SMP Negeri 1 Krembung. Kepala SMP Negeri 1 Krembung, Ibu Lilik Isnawangsih, S.Ag., M.Pd., membuka acara tersebut, sedangkan pemateri dipandu oleh Bapak Abdul Ghofur, M.Pd., dan Ibu Dewi Resmiwati, S.Pd., MC dipandu oleh Ibu Mey Dwi Anggraini, S.Pd., dan Ibu Fabella Anastasya, S.Pd.

Pendekatan pembelajaran Deep Learning dapat tercapai melalui 3 elemen yaitu (1) Meaningful Learning, (2) Mindful Learning, dan (3) Joyful Learning.

“Kegiatan diatas dilakukan melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olahraga (kinestetik) secara holistik, dan terpadu yang mana dengan kata lain pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, namun juga perkembangan karakter, dan kemampuan fisik” ujar Bapak Abdul Ghofur.

Pembelajaran mendalam yang lebih humanis ini dapat mengembangkan 8 dimensi profil lulusan yang sesuai tuntutan zaman, dan kebutuhan masa depan yaitu keimanan, ketaqwaan terhadap Allah SWT, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

“Sejalan dengan implementasi pembelajaran Deep Learning, guru diharapkan dapat menyusun modul ajar yang mencerminkan Deep Learning dari mulai pendahuluan, kegiatan inti hingga penilaiannya. Tentunya didukung dengan sumber belajar, media ajar, dan strategi pembelajaran yang digunakan” ujar Ibu Dewi Resmiwati.

Karakter Deep Learning yang utama adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan tingkat tinggi, dan kreativitas siswa melalui pembelajaran konstekstual kontruktivisme secara sadar (Mindful), bermakna (Meaningful), dan menyenangkan (Joyful) sehingga siswa dapat memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan.

Pada dasarnya modul ajar untuk pembelajaran Deep Learning formatnya tinggal mengadaptasi atau mengembangkan dari contoh yang sudah ada. Demikian, guru diberikan keleluasaan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan kebutuhan, konteks, dan karakteristik siswa.

 Oleh ALisiananda Dewi Nurani, M.Pd.